Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Money Management atau pengelolaan resiko pada forex trading

Money management atau pengelolaan resiko dalam forex trading adalah faktor yang sangat penting, bahkan menurut kami lebih penting dibanding berbagai macam analisa serta teknik trading. Seringkali, perbedaan pada segi ini menjadi penentu sukses atau gagalnya investasi Anda. Di samping itu faktor pengelolaan resiko berkaitan erat dengan faktor psikologis trader. Ada berbagai jenis atau tipe money management yang digunakan trader. Hal ini tergantung dari karakter masing-masing trader yang tentunya berbeda-beda. Ada yang profil resikonya tinggi dan gaya trading agresif, ada pula yang profil resikonya sedang atau rendah dengan gaya trading yang relatif lebih konservatif. Tipe money management yang kami rekomendasikan adalah yang bersifat konservatif, namun akan dibahas juga jenis money management yang agresif mengingat karakter masing-masing trader yang berbeda-beda.



Resiko kecil untuk setiap trade

Forex trading bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Penggunaan leverage memang memungkinkan kita mendapat untung yang besar dengan modal yang kecil, namun ingat bahwa leverage itu seperti pedang bermata dua yang artinya, potensi kerugiannya juga sebanding dengan potensi keuntungannya. Seorang trader forex yang baik adalah trader yang sadar betul akan pentingnya kemampuan menjaga dana investasinya. Utamakan kemampuan Anda dalam bertahan, maka keuntungan akan datang dengan sendirinya. Untuk setiap trade, resiko yang dianjurkan adalah 2% dari total dana Anda.

Menghitung rasio risk/reward dalam setiap trade

Rasio risk/reward adalah perbandingan antara stop loss (resiko) dengan target (keuntungan) dalam setiap rencana trading. Rasio yang disarankan adalah minimal 1:2. Artinya, jika stop loss adalah 30 pips, maka target harus minimal 60 pips. Keuntungan menggunakan rasio minimal 1:2 adalah, dengan tingkat akurasi sistem trading yang biasa-biasa saja, secara total Anda masih memperoleh keuntungan. Apalagi dengan tingkat akurasi sistem trading yang tinggi. Probabilitas keuntungan Anda akan menjadi semakin besar.

Misalnya, akurasi dari sistem trading Anda adalah 50% dalam 10 kali trade, yaitu 5 kali untung dan 5 kali rugi. Dengan menggunakan rasio risk/reward 1:2, maka hasil totalnya adalah 5X60=300 pips dikurangi 5X30=150 pips= Untung 150 pips. Jika akurasi sistem Anda hanya 40%, yaitu 4 kali untung dan 6 kali rugi, maka hasil totalnya adalah 4X60=240 pips dikurangi 6X30=180 pips= Masih untung 60 pips. Jika rasio risk/reward Anda adalah 1:3, maka hasilnya akan lebih baik lagi.

Sekarang, kita lihat hasilnya jika menggunakan rasio risk/reward yang buruk. Jika akurasi sistem trading Anda 90% namun rasio risk/reward Anda adalah 10:1 (stop loss 300 pips, target 30 pips), maka hasilnya sebagai berikut: 9X30=270 pips dikurangi 1X300=300 pips=Minus 30 pips.
Artinya, dengan menggunakan rasio risk/reward yang baik, Anda tidak harus mempunyai trading sistem dengan tingkat akurasi yang tinggi untuk bisa memperoleh keuntungan. Karena dalam trading, hasil akhir lebih ditentukan oleh money management yang tepat dibanding tingkat akurasi yang tinggi. Namun alangkah lebih baiknya jika tingkat akurasi tinggi dan rasio risk/reward bagus. Money...money...money :D

Seperti yang telah disinggung di atas, pelajaran kali ini juga membahas beberapa tipe money management yang sering dipakai dalam dunia forex. Masing-masing trader memiliki karakter dan profil resiko yang berbeda-beda. Siapa tahu, Anda suka dengan salah satu dari berbagai jenis money management berikut:

Martingale

Sistem martingale ini sebenarnya merupakan strategi betting yang telah dikenal sejak abad ke 18 yang diperkenalkan oleh matematikawan Perancis bernama Paul Pierre Levy. Inti dari sistem ini adalah, menggandakan contract size atau jumlah lot ketika posisi sedang loss. Contohnya, Anda buy  1 lot EUR/USD di level 1.2650. Ketika harga turun ke 1.2630, Anda open posisi buy lagi sebanyak 2 lot (doubling down). Ketika harga kembali ke 1.2640, Anda ada pada posisi impas/break-even. Coba perhatikan tabel berikut:

Martingale

Keuntungan sistem martingale ini adalah Anda bisa lebih cepat kembali ke level break even atau level impas Anda. Misal ketika harga turun ke 1.2630 dan Anda tambah lagi buy 2 lot, maka untuk impas/break even Anda tidak perlu menunggu harga balik ke 1.2650, tapi hanya di 1.2640 saja. Ketika harga bergerak di atas 1.2640, posisi Anda sudah dalam keadaan untung. Sistem martingale ini mempunyai tingkat akurasi yang sangat tinggi, namun tingkat resikonya juga sangat tinggi. Cocok untuk trader yang bermodal besar dan bernyali besar :D

Anti-Martingale

Seperti namanya, sistem ini adalah kebalikan dari sistem martingale. Penambahan posisi dilakukan pada saat keadaan sedang profit. Logikanya adalah, karena harga bergerak dalam trend, maka ketika arah trading kita benar dan trend sepertinya akan berlanjut, maka untuk melipatgandakan keuntungan, Anda menambah jumlah lot. Misalnya, Anda buy EUR/USD di harga 1.2650. Ketika harga naik ke 1.2670, Anda buy lagi 1 atau 2 lot dan seterusnya.

Cost Averaging

Sistem ini mirip sekali dengan martingale, yaitu penambahan posisi di lakukan saat keadaan loss. Bedanya, penambahan posisi tidak harus bersifat lipat ganda. Misal, Anda buy EUR/USD di harga 1.2650 dengan target 1.2700 (50 pips). Harga kemudian turun ke 1.2600, Anda buka lagi posisi buy 1 lot. Harga kemudian naik dan menyentuh level target Anda yaitu 1.2700. Maka posisi Anda adalah sebagai berikut:
Dari posisi pertama= 50 pips. Dari posisi kedua 100 pips. Jadi Anda untung 150 pips.

Demikian pembahasan tentang money management atau pengelolaan resiko dalam dunia forex. Sekali lagi kami tekankan pentingnya aspek ini dalam menentukan keberhasilan trading Anda. Kenali diri Anda. Buatlah sistem trading yang sesuai dengan karakter Anda. Tetapkan sistem money management yang akan digunakan dengan bijaksana. Kalkulator di atas meja. Emosi disimpan di laci saja. Happy trading :D

Post a Comment for "Money Management atau pengelolaan resiko pada forex trading"