Anda Tipe Trader Apa?
Kebanyakan
orang menganggap tipe trader itu menentukan berapa profit yang didapatkan
ketika trading. Tipe trader menunjukkan level. Untuk itu, menentukan tipe
trader itu penting sekali supaya Anda memiliki guideline seberapa banyak profit
dan juga seberapa tinggi resiko loss.
Pernyataan
tersebut memang hanya sekedar opini saja karena tidak semua trader pada tipe
yang sama memiliki jumlah pendapatan yang sama juga. Tipe seorang trader itu
juga ditentukan bagaimana strategi trading Forex yang digunakan.
Untuk
lebih jelasnya, Anda bisa meluangkan waktu untuk mengenal lebih jauh tentang 3
tipe trader di bawah ini.
1.
Swing Trader
Swing trader atau yang sering disebut dengan swinger merupakan
tipe seorang trader yang menahan posisinya mungkin berhari-hari bahkan
berbulan-bulan. Tidak jarang juga seorang swing trader menahan posisinya hingga
tahunan. Hal ini dikarenakan mereka membidik posisi di mana mereka bisa
mendapatkan untung banyak.
Time frame yang digunakan biasanya 1h saja. Artinya, mereka hanya
menggunakan time frame tersebut untuk menentukan apakah mereka harus buy atau
sell.
Salah satu keuntungan dari seorang swing trader adalah keuntungan
yang besar. Pasalnya, mereka menunggu sampai posisi yang bisa memberikan profit
sebanyak-banyaknya. Tentu saja ada konsekuensinya. Seorang swing trader harus
menyediakan modal yang lumayan besar.
Seorang swing trader yang sudah handal akan menggunakan time frame
kecil. Time frame yang kecil ini membuat mereka mampu menganalisa pergerakan
secara detail. Bagi trader Forex pemula, sangat disarankan untuk menggunakan
time frame pendek besar.
2.
Day Trader
Seperti yang bisa Anda lihat dari namanya, ini merupakan tipe
trader yang mengunakan modal secara harian. Akan tetapi, bukan berarti seorang
trader harian ini hanya membuka dan menutup trading di hari yang sama. Tidak
jarang day trader menunggu hingga satu minggu. Batasannya hanya satu; jangan
sampai mereka menutup ada minggu berikutnya.
Day trader ini sering digunakan oleh para trader Forex pemula.
Dengan hanya menggunakan time frame kecil dan waktu trading yang singkat,
mereka bisa meminimalis loss. Tentu saja kemungkinan terjadi loss merupakan
satu hal yang sangat dikhawatirkan para trader pemula.
Selain resiko loss yang bisa diminimalisir, profit yang mungkin
didapatkan juga minim. Hanya profit dengan jumlah kecil saja yang bisa mereka
dapatkan. Setidaknya jauh lebih rendah daripada swing trader.
Tidak seperti swing trader, day trader hanya membutuhkan modal
yang relatif rendah. Taruhlah dengan hanya bermodalkan $1000 saja, Anda bisa
mendapatkan profit tiap hari.
Akan tetapi, jika Anda ingin menjadi day trader, Anda harus memantau
terus menerus pergerakan chart. Dengan kata lain, Anda harus full time berada
di depan laptop, PC, atau smartphone Anda untuk mengamati pergerakan sehingga
kapan saja Anda harus melakukan sesuatu, entah buy atau sell, Anda bisa
melakukannya pada saat itu juga.
3.
Scalper
Tipe trader Scalper ini menggunakan teknik scalping. Para pemula
di dunia trading sangat menyukai teknik ini. Bahkan trader profesional pun
menggunakan teknik ini. Hal ini dikarenakan mereka bisa mengontrol penuh
trading yang mereka lakukan. Mereka bisa menentukan berapa profit yang mereka
ingin dapatkan dengan sangat mudah.
Seorang scalper hanya perlu kejelian tentang penentuan pada titik
stop loss mana yang harus mereka ambil. Untuk lebih jelasnya tentang scalper,
Anda bisa melihat bagaimana teknik scalping ini diterapkan lengkap dengan panduan singkatnya.
Itulah
3 tipe trader yang Anda harus ketahui. Jadi, Anda bisa menyimpulkan bahwa
trader itu berbeda-beda dan perbedaan tersebut disebabkan karena strategi yang
berbeda. Strategi yang berbeda akan menentukan berapa profit serta resiko loss
yang akan mereka dapatkan.

Kaau saya sekarang sering menggunakan teknim scalping dalam trading yang saya lakukan di broker octafx. broker ini memberikan saya manfaat degan spread yang rendah serta kecepatan eksekusi yang mantap tanpa ada requote
ReplyDelete