Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Resiko dan Kesulitan Trading Forex

Menjadi trader forex tidaklah mudah. Banyak sekali factor yang mempengaruhi keberhasilan dari seorang trader, mulai dari aspek resiko hingga kesulitan yang dihadapi pada saat trading. Semua orang telah mengetahui bahwa di dalam dunia investasi, terdapat azas yang berbunyi “high risk high return”, semakin tinggi keuntungan, maka semakin besar resikonya. Hal ini juga berlaku pada investasi forex. Selain itu, meskipun trading forex tidak sulit, melakukannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Terdapat teknik-teknik yang harus dipahami dan dikuasai trader agar mendapatkan profit dan mengurangi loss.


Dari fakta, forex memang susah dan beresiko. Menurut sebuah survey, 90% trader akan berakhir dengan kekalahan, Kenapa bisa begitu? Sebuah fasilitas yang disediakan oleh broker menyebabkan hal ini, margin. Dengan margin trader bisa melakukan trading dengan jumlah di atas modal yang dia miliki. Misalnya broker menetapkan margin sebesar 1% dan dalan suatu trading trader membutuhkan modal sebesar US$10.000 untuk melakukan suatu trading. Maka sebenarnya trader tersebut hanya perlu menyediakan uang sebanyak 1% dikali 10.000, yaitu US$100. Bayangkan saja jika trader tersebut mengalami loss, modal yang sedikit tersebut akan cepat hilang. Terlebih jika trader merupakan orang yang belum begitu berpengalaman dalam forex trading.
Trader pada dasarnya harus memiliki ilmu mengenai analisa teknikal dan analisa fundamental. Analisa teknikal dibutuhkan untuk mempelajari chart di market. Sementara analisa fundamental merujuk kepada pemahaman kalender ekonomi untuk dasar keputusan. Tahukah anda bahwa justru dengan adanya teknik-teknik ini, trader malah lebih sering mendapat kerugian?
Ada dua jenis trader di dunia yang merugi, mereka adalah trader yang mengetahui teknik tersebut dan mengabaikannya, dan yang tidak paham sama sekali. Trader yang jenis pertama, cenderung mengabaikan teknik yang ada dan malah mencari indikator yang pas dan mendukung open buynya, mereka juga mencari orang yang sependapat dan mendukung posisi open buynya. Trader jenis ini keras kepala dan tidak mau menerima bahwa posisi opennya salah. Kejadian seperti ini akan membuat trader melakukan floating dan holding pada waktu yang lama di posisi yang salah, tentunya hal ini berbahaya bagi investment sang trader. Sementara itu trader jenis kedua adalah yang tidak memahami teknik tersebut. Ada dua hal yang perlu dilakukan trader jenis ini, yaitu menyimpan modalnya dan belajar mengenai trading terlebih dahulu.
Selain itu trader juga harus memiliki jiwa yang besar. Trader memang tidak boleh cepat puas tetapi trader harus tahu kapan waktunya berhenti trading. Trader yang sering kalap dan tidak segera mengclose sesi tradingnya karena ingin meraup keuntungan lebih banyak malah terpapar resiko lebih besar lagi. Dari semua fakta di atas, bisa kita simpulkan bahwa masalah di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan perasaan pada saat trading. Trader yang handal adalah trader yang menggunakan otak dan hatinya secara bersamaan.

Post a Comment for "Resiko dan Kesulitan Trading Forex"