Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Seorang Trader yang Sudah Lebih Dari Satu Tahun

Belajar dari pengalaman pribadi serta argumen yang telah saya dapat dari beberapa trader yang selama ini saya kenal. Pada artikel ini akan kita bahas sedikit dari fakta seorang trader yang sudah lebih dari satu tahun. Kita sadar dan kita ketahui secara live jika forex adalah bisnis yang sangat mencair dalam dunia bisnis yang ada saat ini, oleh karena itu tak lepas pula dibalik semua itu , banyak fenomena yang sulit terungkap , tapi kita tak pelu bersedih atau berkecil diri. Seorang trader yang masih belum berumur satu tahun lebih , akan di disibukan diri oleh rasa kehausan tentang ilmu forex , dimulai dari rasa penasaran tentang apa itu forex hingga pada tahap strategi dan pada akhirnya , selama pada tahap awal hingga satu tahun kita akan hafal dari pergerakan market itu sendiri baik dari sisi supplay and demand  dan pada saat itu kita sudah senang sekali, seperti yang saya alami pribadi dan juga pendapat dari beberapa trader lain.
Pada tahap ini kita hendakanya melatih psikologis, serta menerapkannya pada sistem yang sudah kita angap simple dan power full. Dengan begitu akhir dari pada perjuangan yang kita tunggu-tunggu akan menuai hasil yang cukup puas dengan arti kita sudah tidak lagi kekurangan duit dari segi pribadi  meski belum sukses secara full paling tidak , dompet kita tidak lagi kosong dan saat kosongpun kita akan tahu kemana hendaknya kita mengadu.

Tak perlu ingin hasil besar dari tahap ini ,cukup bisa hasilkan secara rutin saja kita sudah merasa cukup. Lantas bagaima agar bisa raih kesuksesan secara lebih atau full finacial ?.....Nah pada tahap ini ,kita paling tidak harus fokus dan lebih disiplin didalam mengelola akun margin kita,  baik dari segi mental maupun dari segi emosi , saya yakin tokoh forex yang sudah melegenda pasti awal mulanya , seperti kita kok,  tak perlu buru-buru dalam raih mimpi kita. Lagian mimpi kita pasti akan tercapai dengan sendirinya hanya nunggu waktu dan sedikit dimodif saja , maksudnya adalah jika sudah dirasa bagus report yang kita hasilkan selama 1 bulan atau hingga 6 bulan , apa susahnya tinggal naikin margin  yang ada di akun kita, dengan begitu presentase tetap  sama  dengan modal pertama, tapi nilai dari pada presentase itu lebih besar jika diwujudkan dalam rupiah iya kan?............Iya dong jika kita naikin margin tanpa harus setting target prsentase saja,  sudah besar sebab sudah jelas  margin kita bertambah hehhee meski tanpa naikin presentase.

Bagi rekan trader yang baru terjun dalam bisnis ini tak perlu kecil hati sebab semua harus melalui fase awal , si penulispun dulu tak pernah habis-habis yang namanya belajar dari forex dan tahukah hingga saat ini dan detik ini pun saya masih terus belajar dan belajar sebab tidak ada yang namanya ilmu atau pengetahuan yang bersifat atau memiliki titik level tertentu. Kita sadari jika di atas gunung masih ada langit , begitu juga diatas langit masih ada langit.

Kesimpulan , bagaimanapun juga forex adalah bisnis berisko tinggi hendaknya kita profesional dalam mengelola margin kita, terutama yang baru terjun dalam bidang ini , usahakan belajar dari akun virtual dulu , dan jika sudah real usahakan pula memakai  modal paling terkecil , salah satu contoh saat ini banyak broker yang menawarkan dengan modal minimal $10 atau setara dengan Rp 100.000 bahkan dibawah $10 pun juga ada , dengan modal Rp 100.000 kita sudah bisa belajar forex secara real dan kita yakin bisa sukses di forex itu karena kita sering loss atau margin call berkali-berkali , sebab dari sanalah kita belajar , dari proses pengalaman  itulah guru yang tak bisa dibeli, jadi   hal yang wajar jika kita habis kan modal 10 juta dalam tempo 100 kali margin call , tapi apakah mungkin dalam ke 100 kali kita margin call masih belum  bisa menemukan titik dimana harusnya kita bisa. Dan semoga artikel ini berguna dan bermanfat paling tidak ada nilai pluss meski hanya 1 % hehehe. Salam sukses dan happy trading!


Post a Comment for "Fakta Seorang Trader yang Sudah Lebih Dari Satu Tahun"