Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Rakyat Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Cerita rakyat roro jonggrang selalu menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mempelajari sedikit tentang Candi Prambanan. Ada banyak orang yang mungkin belum tahu mengenai kisah tersebut.



Cerita Rakyat Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Yah, memang kalau mencari sumber cerita untuk anak-anak memang tak ada batasnya. Ada banyak pilihan seperti cerita rakyat roro jonggrang untuk diceritakan pada anak-anak atau untuk pembelajaran pribadi. Sobat pastinya sering mendengar nama atau sosok Roro Jonggrang. Tentu saja nama tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga semua orang. Yang mungkin menjadi fakta adalah mengenai mereka yang belum mengetahui dengan jelas cerita tersebut.

Sobat perlu tahu asal daerah dari cerita tersebut terlebih dahulu. Cerita ini populer pertama kali di daerah Yogyakarta. Penduduk lokal juga pasti sudah kenyang dengan cerita tersebut. Yang menarik sob, cerita ini bahkan memikat banyak orang asing dari negara lain untuk belajar dan juga menjadikannya sumber referensi sejarah.

Penyerangan Terhadap Kerajaan Pengging
Cerita tentang Roro Jonggrang berkaitan erat sama Candi Prambanan. Bila disana ada arca yang diberi nama Dewi Durga, maka dialah sosok Roro Jonggrang tersebut. Alasan menjadi arca adalah karena kena kutukan karena kecurangan dia. Dulunya ada pangeran yang bernama Raden Bandung Bondowoso. Dia adalah putra raja Pengging. Dijamannya, Bandung Bondowoso terkenal amat sakti mandraguna serta kuat.

Selain kerajaan Pengging, ada juga sebuah kerajaan besar lain bernama Keraton Boko. Raja pada Keraton tersebut adalah Prabu Boko yang terkenal ganas pemakan manusia. Wih, ga kebayang kalau dia adalah seorang raksasa. Bahkan patihnya yang bernama Gupalo juga merupakan sosok yang serupa karena keberingasannya. Namun Prabu Boko punya seorang putri yang amat cantik bernama Lorojonggrang. Ini adalah asal dari cerita rakyat roro jonggrang.

Karena ketamakan dari Prabu Boko, tentu saja dia selalu ingin memperluas daerah atau wilayah kerajaannya. Sasaran empuk dia saat itu adalah kerajaan Pengging. Prabu Boko segera mengumpulkan seluruh pasukan dan mulai menyerang kerajaan Pengging tersebut. Tak dapat dihindari, pertempuran hebat pun segera terjadi. Banyak darah berceceran dan mayat bergelimpangan. Kedua belah pihak mengalami kerugian yang sama dalam peperangan tersebut.

Guna mempercepat hasil dari peperangan, Raja dari Pengging bernama Damar Moyo mengutus anaknya yang bernama Bandung Bondowoso untuk berduel dengan Prabu boko secara langsung. Karena kesaktian dari Bandung Bondowoso, Prabu Boko pun terbunuh. Karena berita tersebut, Patih Gupala memerintahkan pasukan untuk mundur. Bondowoso tak tinggal diam dan mengejar sisa pasukan beserta Patih Gupala. Mungkin dia pikir bisa seenaknya saja nyerang-nyerang trus kabur gitu aja.

Pertemuan Roro Jonggrang dan Bondowoso
Setelah tiba di kerajaan Boko, Patih Gupala memberi kabar pada Roro Jonggrang bahwa ayahnya terbunuh oleh Bandung Bondowoso. Tak lama  kemudian, Bondowoso berhasil menyusul dan tiba dikerajaan tersebut. Bukannya langsung membantai, dia malah terpesona dengan kecantikan Roro Jonggrang. Cinta pada pandangan pertama nih ye! Orang sakti juga bisa jatuh cinta ternyata.

Sudah dapat dipastikan bahwa Bandung Bondowoso jatuh cinta terhadap Roro Jonggrang. Dia lantas meminangnya untuk dijadikan istri. Karena tahu bahwa ayahnya terbunuh ditangan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang dengan tegas menolak pinangan tersebut. Memang sedikit susah menolak untuk orang sekeras kepala Bandung Bondowoso. Namun Roro Jonggrang punya ide lain yaitu untuk memberikan syarat khusus guna menjadikannya istri. Tentu sudah banyak diketahui tentang cerita rakyat roro jonggrang tersebut.
Syarat tersebut adalah untuk membuatkan dia sebuah sumur beserta seribu candi. Itu harus selesai dalam waktu semalam saja. Memang terdengar amat mustahil. Akan tetapi dengan kepercayaan diri yang tinggi, Bandung Bondowoso berusaha memenuhi permintaan tersebut. Sumur tentu mudah untuk dibuat. Dia beri nama sumur tersebut Jalatunda. Untuk memenuhi permintaan 1000 candi, Bandung Bondowoso mengerahkan bantuan dari para jin. Tentu 1000 candi mustahil dibuat dengan usaha sendiri.


Mendengar kabar bahwa Bandung Bondowoso segera selesai dengan 1000 candi tersebut, dia memerintahkan dayang-dayang untuk bangun lebih awal dan melakukan aktifitas. Mendengar aktifitas tersebut, para jin takut kalau hari segera pagi dan kabur. Candi hanya selesai 999 saja. Karena tahu bahwa Roro Jonggrang curang, Bondowoso marah besar sob dan kemudian mengutuk si putri menjadi arca. Dengan arca tersebut, maka lengkaplah 1000 candi. Karena itulah cerita rakyat roro jonggrang menjadi marak dikalangan masyarakat. 

Baca Juga:

Patung Roro Jonggrang Hits Di Twitter

Roro Jonggrang Berkoalisi Dengan Dayang Sumbi 2014

Legenda Roro Jonggrang Pada Masa Kekuasaan Bandung Bondowoso

Post a Comment for "Cerita Rakyat Roro Jonggrang dan Candi Prambanan"