Strategi Forex Hedging dan Cara Menggunakannya
Satu lagi strategi forex yang perlu
dipelajari adalah strategi hedging. Strategi ini bisa menekan kerugian dan
meningkatkan peluang memperoleh keuntungan.
Strategi
Forex Hedging dan Cara Menggunakannya
Di dunia perdagangan Forex dikenal beragam strategi
untuk meraup keuntungan. Salah satunya adalah strategi Forex hedging. Sebagian pelaku Forex mengenai strategi ini
dengan nama lain yakni strategi locking. Penggunaan strategi ini bisa menjadi
alternatif atau pendukung strategi-strategi lainnya. Nah, jika Anda ingin
mengetahui lebih banyak lagi mengenai strategi hedging ini, simak penjelasannya
sebagai berikut.
Apa Itu
Strategi Forex Hedging dan Tujuannya
Berdasarkan arti katanya, hedging memiliki
makna memagari atau melindungi. Nah dalam perdagangan Forex, strategi ini kerap
dipakai untuk mengelola resiko kerugian yang terjadi saat prediksi mengenai
pasar ternyata tidak tepat atau meleset. Dengan penggunaan strategi ini,
seorang pelaku Forex dapat melindungi suatu nilai dengan memanfaatkan dua
posisi yang berlawanan.
Selain melindungi suatu nilai, strategi Forex hedging ini juga
menempatkan seorang pelaku Forex dalam posisi yang terkunci di antara keadaan
mendapatkan profit atau kerugian yang bisa datang secara bersamaan. Pada posisi
terkunci ini, bila profit lebih besar dari kerugian tentu artinya seorang
pelaku Forex akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika terjadi kerugian
yang lebih besar nilainya maka seorang pelaku Forex harus siap menerima kerugian
pula.
Seperti halnya penggunaan strategi Forex
lainnya, pemakaian strategi hedging ini juga membutuhkan kemampuan khusus.
Seorang pelaku Forex dituntut untuk memiliki kemampuan melakukan prediksi atau
analisa saat hendak melakukan posisi open. Nantinya saat seorang pelaku Forex
melakukan posisi open, maka ia wajib menyediakan cadangan posisi open yang akan
dikorbankan.
Cara
Menggunakan Strategi Forex Hedging
Nah, agar pemahaman mengenai penggunaan strategi
Forex yang satu ini semakin jelas, ada baiknya penggunaan strategi ini
disajikan dalam bentuk ilustrasi cerita. Simak ilustrasinya berikut ini.
Dalam satu
waktu seorang pelaku Forex memutuskan untuk melakukan open posisi buy pada
nilai 5500. Pada saat itu posisi sell berada pada nilai 5900. Saat pasar berada
pada posisi 5480, pelaku Forex harus menutup posisi buy. Dalam keadaan ini ia
kehilangan 20 poin. Selanjutnya terjadi konvergen yang menyebabkan pasar Forex
mengalami penurunan hingga berada pada nilai 5940. Dalam keadaan ini pelaku
Forex harus menutup posisi sell dan meraup keuntungan sebanyak 40 poin. Dari
ilustrasi ini bisa disimpulkan bahwa pelaku Forex ini mengalami kerugian
sebanyak 20 poin dan keuntungan sebanyak 40 point. Berdasarkan kerugian dan
keuntungan tersebut, pelaku Forex mendapatkan keuntungan yang sesungguhnya
adalah sebesar 20 poin.
Dari ilustrasi tersebut, tentu Anda sudah
mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai penggunan strategi Forex hedging ini. Dalam penggunaan strategi ini ada
beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yakni:
·
Sebaiknya pelaku Forex melakukan analisa
berbagai resiko yang akan dihadapi atas open posisi yang hendak dilakukan.
Informasi mengenai resiko yang bisa ditoleransi ini bisa diperoleh dari broker
Forex. Untuk itu, pilihlah broker Forex yang benar-benar bisa dipercaya.
·
Saat pasar Forex berada dalam keadaan yang
tidak stabil untuk melakukan open posisi berikutnya, maka sebaiknya anda
sebagai pelaku Forex menutup semua posisi yang hendak dilakukan dengan strategi
hedging. Sebaliknya, jika pasar Forex
bergerak ke arah yang lebih baik, maka pelaku Forex bisa menutup satu posisi
yang berlawanan dengan prediksi sehingga kemungkinan untuk mendapatkan profit
terbuka lebih lebar.
Dengan strategi
Forex hedging ini, kerugian dapat ditekan dan kesempatan untuk mendapatkan
keuntungan bisa lebih besar. Namun tentunya, semua tergantung kepada kejelian
anda untuk menganalisa trend.

Post a Comment for "Strategi Forex Hedging dan Cara Menggunakannya"